Pages

Selasa, 21 Mei 2013

Tugas, Teori Organisasi Umum 2



Soal Latihan!
1.  Apa yang dimaksud dengan konsumsi? Bagaimana rumus/persamaannya?
Jenis pengeluaran apa yang bukan termasuk pengeluaran konsumsi rumah tangga?
Faktor-faktor apa yang mempengaruhi konsumsi rumah tangga?
2. Apa yang dimaksud dengan investasi?
Faktor-faktor apa yang mempengaruhi besar kecilnya investasi?
3. Apa yang dimaksud dengan pengeluaran pemerintah (Goverment Expenditure)?
Apa saja yang termasuk dalam pengeluaran pemerintah?
4.  Apa yang dimaksud multplier (angka pengganda)?
Ada berapa jenis angka pengganda?
5. Apa yang dimaksud dengan ekuilibrium/keseimbangan?
6. Apakah inflasi itu? Apa penyebabnya?
7. Apa yang dimaksud dengan pengangguran? Apa saja jenisnya?


Jawaban :
1.      Dalam ilmu ekonomi, para ahli mendefinisikan konsumsi dengan berbagai sudut pandang. Namun pada pokoknya sama, konsumsi adalah kegiatan yang ditujukan untuk menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa yang dilakukan sekaligus atau bertahap untuk memenuhi kebutuhan.
Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Sedangkan, tindakan manusia yang selalu menggunakan barang dan jasa untuk konsumsi disebut perbuatan konsumtif.
untuk mengetahui perubahan tingkat konsumsi, maka dapat digunakan rumus
MPC = ∆C / ∆Y dan APC = C / Y
dan untuk mengetahui perubahan tingkat konsumsi, maka dapat digunakan rumus MPC = ∆S / ∆Y dan APC = S / Y
dimana :
a = konsumsi rumah tangga secara nasional pada saat pendapatan nasional = 0
b = kecondongan konsumsi marginal (MPC)
C = tingkat konsumsi
S = tingkat tabungan
Y = tingkat pendapatan nasional.
Yang bukan termasuk jenis konsumsi rumah tangga adalah perusahaan untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang langsung dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Banyak faktor yang mempengaruhi besarnya pengeluaran konsumsi rumah tangga. Faktor-faktor tersebut dapat dikasifikasikan menjadi tiga besar :
a. faktor-faktor ekonomi
b. faktor-faktor Demografi (kependudukan)
c. faktor-faktor Non-Ekonomi

2.      Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan berarti juga produksi) dari kapital/modal barang-barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Untuk lebih jelasnya, investasi juga adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik, mesin, dll) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang.
Ada beberapa hal yang memengaruhi investasi, yaitu suku bunga, PDRB, utilitas, birokrasi, kualitas SDM, regulasi, stabilitas politik dan keamanan serta faktor sosial budaya. Hal ini menimbulkan implikasi kebijakan, yaitu penurunan suku bunga, kebijakan fiskal, perbaikan sarana dan prasarana, perbaikan birokrasi pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelonggaran regulasi, kebijakan untuk menciptakan stabilitas politik dan keamanan, penguatan budaya lokal.

3.       Pengeluaran pemerintah merupakan salah satu unsure permintaan agregat. Konsep perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran menyatakan bahwa Y = C + I + G + X-M.Formula ini dikenal sebagai identitas pendapatan nasional (dalam arti luas), sekaligus mencerminkan penawaran agregat. Sedangkan variable-variabel di ruas kanan disebut permintaan agregat. Variable G melambangkan pengeluaran pemerintah (Government Expenditures).

Klasifikasi pengeluaran negara
·          Routine Actual and Development Expenditure. Pengeluaran/belanja rutin dan      pengeluaran/ belanja pembangunan. Pengeluaran rutin adalah pengeluaran untuk pemeliharaan dan penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari, yang meliputi belanja pegawai (gaji, upah, tunjangan). Barang-barang untuk keperluan penyelenggaraan kegiatan pemerintah sehari-hari, belanja pemerliharaan\fasilitas umum milik negara, belanja transport bagi keperluan kegiatan pemerintah seperti kendaraan, tiket, bensin dll. Pengeluaran pembangunan adalah pengeluaran untuk pembangunan fisik dan non fisik.
·         Current Expenditure and Capital Expenditure. Current expenditure hampir sama dengan belanja rutin yaitu anggaran untuk penyelenggaraan pemerintahan sehari-hari termasuk belanja pegawai, sedangkan Capital Expenditure yaitu rencana biaya untuk pembelian kapital tetap, seperti pembangunan gedung.
·         Obligatory and Optional Expenditure. Obligatory expenditure adalah pengeluaran wajib dan harus sifatnya untuk dilakukan agar efektifitas pelaksanaan pemerintahan dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya, termasuk belanja rutin sedangkan Optional expenditure adalah pengeluaran apabila keadaan memerlukan dapat tidak dilaksanakan (variable expenditure)
·         Real and Transfer Expenditure. Real expenditure adalah pengeluaran untuk membeli barang-barang dan jasa sedangkan transfer expenditure adalah pengeluaran yang tidak ada kaitannya dengan mendapatkan barang dan jasa.
·         Consolidated and Unconsolidated Expenditure. Consolidated expenditure diartikan sebagai pengeluaran yang sudah terkonsolidasi atau tidak perlu diteliti secara mendalam lagi sehingga tidak perlu persetujuan DPR terlebih dahulu, sedangkan unconsolidated expenditure adalah pengeluaran yang harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari DPR, misalnya peningkatan anggaran.
·         Liquidated and Cash Expenditure. Liquidated expenditure adalah pengeluaran sebagaimana yang sudah diajukan dan disetujui DPR, sedangkan Cash expenditure yaitu pengeluran yang sungguh-sungguh dilaksanakan berupa pembayaran konkrit.

4.      Multiplier atau angka pengganda adalah hubungan kausal antara variabel tertentu dengan variabel pendapatan nasional. Jika angka pengganda tersebut mempunyai angka yang tinggi, maka perubahan yang terjadi pada variabel tersebut akan mempengaruhi terhadap tingkat pendapatan nasional juga besar dan sebalikanya.

Macam – Macam Multiplier
1. Multiplier Konsumsi
2. Multiplier Investasi
3. Multiplier Pengeluaran Pemerintah
4.Multiplier anggaran seimbang
5. Multiplier Transfer
6. Multiplier Pajak


5.      ekuilibrium adalah suatu kumpulan variabel-variabel terpilih yang saling berhubungan dan disesuaikan satu dengan yang lainnya dengan cara sedemikian rupa, sehingga tidak ada kecenderungan yang melekat (inherent) dalam model tersebut untuk berubah.

6.      Inflasi adalah suatu gejala-gejala kenaikan harga barang-barang yang sifatnya itu umum dan terus-menerus. Dapat disebut inflasi jika ada tiga faktor yaitu :
1. Kenaikan harga
2. Bersifat umum
3. Berlansung terus-menerus.

Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan atau desakan biaya produksi.

Inflasi tarikan permintaan (Ingg: demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment.

Inflasi desakan biaya (Ingg: cost push inflation) terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik.
7.      Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.

Jenis-jenis pengangguran :
·         Pengangguran musiman, merupakan pengangguran yang timbul karena pergantian musim. Misalnya setelah masa tanam petani akan menganggur menunggu musim panen.
·         Pengangguran standart, merupakan pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan dalam bidang perekonomian. Misalnya perubahan struktur agraris menjadi industri, jika pekerja tidak mampunyai ketrampilan tertentu maka tidak akan bisa beralih ke bidang industri dan akan menjadi tenaga lebih dibidang agraris.
·         Pengangguran friksional, merupakan pengangguran yang terjadi karena adanya siklus kehidupan manusia sehingga menimbulkan keinginan untuk pindah tempat atau pindah pekerjaan.
·         Pengangguran voluntary, merupakan pengangguran yang terjadi karena adanya orang dengan penghasilan bunga deposito.
·         Pengangguran deflasioner, merupakan pengangguran yang terjadi karena jumlah pekerja lebih banyak dari lowongan perkerjaan yang ada.
·         Pengangguran teknologi, merupakan pengangguran yang timbul karena adanya kemajuan teknologi. Misalnya pergantian tenaga manusia dengan tenaga mesin.




Sumber :



0 komentar:

Posting Komentar